Pages

Cakrawala


" Kita semua hidup dibawah langit yang sama, tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama " ( Konrad Adenaur )

Alkisah, seorang murid datang kepada gurunya dengan kesedihan yang mendalam karena kegagalan yang dialaminya. Dengan tersedu-sedu sang murid mulai curhat kepada sang guru. Seusai sedu sedan sang murid mulai mereda, sang guru mengambil segelas air dan meminta sang murid memasukkan satu sendok garam ke dalam gelas, lalu mengaduknya. Kemudian sang guru meminta muridnya untuk mencicipi air dalam gelas tersebut. " Asin" kata sang murid. Kemudian sang guru mengajak muridnya menuju ke danau air tawar yang jernih. Sesendok garam delemparkan sang guru ke danau. Sang murid diminta untuk mencicipi air danau itu. Kali ini tidak ada rasa asin sama sekali. Sang guru kemudian menyampaikan pesan bahwa gelas yang sempit dan danau yang luas ibarat cakrawala seseorang dalam memandang kehidupan. Melukiskan kehidupan hanya dalam bentuk gelas (yang sempit) adalah suatu kesempitan yang membuat hidup jadi merana dengan kesedihan yang berkepanjangan. Kegagalan atau kekalahan dalam suatu hal diartikan sebagai kegagalan dalam hidup, yang akan membuat dunia runtuh. Kegagalan merupakan suatu hal yang amat manusiawi. Bila kita mensikapi suatu kegagalan dengan cakrawala yang luas ( seperti menuang garam ke dalam danau ), maka kita akan menemukan bahwa kegagalan adalah ibu dari kesabaran. Bila kearifan kita telah sampai kepada cakrawala bahwa kehidupan adalah samudera yang luas, yang kerap kali terpercik sejumput garam (kegagalan atau kekalahan) yang tidak dapat dihindari, maka kita akan menemukan kebahagiaan yang tiada putusnya dalam kehidupan kita.

Cakrawala adalah gambar yang ada dalam pikiran kita dalam memandang dunia di luar diri kita. Gede Prama dengan apik mengungkapkan, "the blueprint of life is found within our mind". Luas atau sempitnya "gambar" itu akan sangat berpengaruh terhadap "life wisdom" kita, yang bermuara pada kecerdasan untuk berbahagia. Dalam kondisi kondisi tertentu, gambar itu akan berperan sebagai "kompas" yang memandu kita dalam menentukan posisi dan orientasi perjalanan hidup kita.

Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, memiliki kebiasaan yang unik, namun mengesankan. Kebiasaan ini berkaitan dengan cakrawala hidup dan perilaku rendah hati yang dimilikinya. Seusai acara-acara makan malam dengan para tamunya, Truman biasanya mengajak para tamu untuk berjalan-jalan dan berbincang-bincang di halaman luar. Sembari menatap langit yang ditaburi bintang, Truman berucap, "Demikian besar bumi dan tata surya planet ini, ya. Dan, betapa kecilnya kita..."

Kehidupan adalah siklus perjalanan yang terjal, naik turun, dan berkelok-kelok yang tidak dapat diperkirakan. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin, mengharapkan yang terbaik, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hal hal buruk yang mungkin terjadi...

Ada tiga hal yang wajib kita lakukan untuk survive dan memaknai kehidupan, yaitu Change, Learn, and Grow

0 komentar:

Follow by Email