Pages

Cara Buat Biogas Septik Tank



Septic Tank Biogas


Dahulu mungkin masih banyak presepsi tentang proyek biogas yang hanya ditujukan bagi pengolahan feces peternakan dalam skala kecil yang tidak memiliki kelayakan ekonomi dan mulai terbengkalai karena penggunaan alat dan teknologi yang mungkin bisa dikatakan sederhana. Namun kenyataannya seiring dengan berkembangnya zaman teknologi pembangkitan biogas kini sudah maju, karena hasil dari kualitas gas metan dan tekanannya bisa mengganti bahan bakar LPG dan bahan bakar sumber fosil lainnya. Perlunya membangun instalasi pembangkit biogas modern merupakan salah satu upaya untuk menyediakan energy alternative yang perlu diperhitungkan, layak ekonomi dan gasnya berkualitas setara LPG.
biogas-rumah
Pemasangan Bioelektrik BD 7000L ini dapat dilakukan oleh semua kalangan diantaranya :
1. Perorangan
2. Koperasi
3. perusahaan pengelola kawasan komersial seperti pasar sayuran, mall, hotel, restoran, blok perumahan, apartemen, usaha peternakan, pekebun, UKM penghasil limbah makanan dan kawasan komersial lainnya
4. pengelola kawasan sosial yakni rumah sakit, sekolah, otoritas pengelola sungai dan danau, atau pihak lainnya yang memiliki limbah dalam proses produksinya atau bermasalah dengan limbah, maupun, bermasalah dalam pengelolaan sampah, dan lain sebagainya.
Berikut ini ada beberapa unti yang diperlukan untuk Instalasi BioElektrik 7000L :
a. 1 unit digester 7000 liter
b. 1 unit pemurnian biogas ( methane purifier) MP 12135 ( PVC)
c. gas holder kapasitas 7 m3
d. 1 unit generator BG 5000 W ( genset biogas daya 5000 watt)
e. bakteri aktivator metan GP-7 untuk 1 bulan
f. perlengkapan instalasi biogas hingga unit kompor dan generator.
BioElektrik BD 7000L ini untuk pertama kalinya bisa mengolah limbah biomassa atau sampah organik sekitar 7 m3 atau setara dengan 2,1 ton, namun untuk hari selanjutnya hanya bisa mengolah hingga 1,4 m3 atau 0, 42 ton setiap harinya. Banyak jenis limbah atau biomassa yang cocok digunakan sebagai pembangkit energy terutama material yang memiliki selulosa tinggi, seperti sampah domestic dapur (oraganik), limbah domestic hewan ternak, tinja, gulma kebun dan gulma air seperti kiambang dan eceng gondok, limbah proses produksi sari buah, aneka makanan, serta aneka limbah yang berasal dari ternak atau tumbuhan lainnya.
biogas-n-media-images-fotoliaTeknologi ini akan menghasilkan biogas murni > 80 % metan ( CH4) sebanyak 12, 6 m3/ hari yang memiliki daya setara 5,79 kg LPG yang digunakan sebagai bahan bakar kompor untuk memasak atau setara dengan 1 unit genset 5000 watt sebanyak 15, 12 KWH ( kilo watt hour). Selain menghasilkan bahan bakar gas dan energi listrik, teknologi ini juga menghasilkan lumpur atau slurry dengan kualitas pupuk caur organic sebanyak 1,4 m3 atau 1400 liter / hari. Dengan menambahkan aneka bakteri seperti penambat N2, Pelarut Posfat dan KCL atau zat penumbuh sehingga kualitasnya bisa setara dengan pupuk organic cair gramefert dan memiliki nilai tambah sebagai pupuk hayati atau organic.
Biogas merupakan hasil dari suatu proses fermentasi atau penguraian material dalam kondisi kedap udara/oksigen atau anaerob dari aneka biomassa. Biomassa merujuk pada semua material biologis (hidup atau baru mati) seperti sampah organic atau sampah yang berasal dari makhluk hidup, aneka gulma perairan sungai atau danau (rumput laut, eceng gondok, kiambang, alga, dan kiambang), gulma kebun (alang-alang, rumput) sisa panen tanaman semusim seperti jerami, jagung, kacang tanah dan semua jenis tumbuhan, serta limbah domestic individual manusia berupa feces tinja dari MCK atau septic tank komunal dari komplek perumahan, apartemen, dan kawasan bisnis lainnya. Jenis-jenis biomassa dan sampah organic diatas tersebut dapat menghasilkan biogas yang merupakan sumber energy baru (renewable energy) yang tersedia, tanpa harus melakukan program khusus dan dapat diperoleh hampir disemua lokasi dengan biaya yang terjangkau.
biogas_proces
Cara mengaplikasikan instalasi Biogas ini cukup sederhana, yakni dapat dilakukan oleh operator tanpa perlu pendidikan khusus, dan juga hanya memerlukan waktu yang singkat (untuk instalasi biogas mini memiliki kapasitas 3 m3 hingga 9 m3, dan hanya 1 jam kerja /hari). Berikut cara pengaplikasian dari instalasi biogas :
a. Siapkan bahan baku berupa material Biomassa yang telah dicacah dan dicampur air pada perbandingan 1 : 1 hingga berupa bubur ( slurry) kedalam inlet pemasukan ( intake chamber) . Secara otomatis, slurry di bagian dekat outlet dalam reaktor akan terdorong sebesar volume yang dimasukan.
b. Sampah, biomassa dan berbagai bahan organik ( limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan ( intake chamber) , dan akan diurai oleh bakteri anaerobic dalam aktivator Green Phoskko ( GP-7) .
c. Proses awal, 27 hari telah mulai mengeluarkan gas methana ( CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas ( gas holder) , selanjutnya dengan ditambahkan material sejumlah volume 10 % dari kapasitas reaktor, biogas akan terus dihasilkan pada kisaran 6 m3/ hari. Besaran gas ini semakin melimpah ketika bahan baku mengandung selulosa tinggi seperti bahan rumput, gulma perairan ( alga, ganggang, eceng gondok) .
d. Lumpur ( sludge) keluaran telah selesai terfermentasi, tidak lagi mengandung biogas ( metana CH4, NH2, H2S, N2) sehingga tidak berbau busuk. Lumpur dengan kadar air tinggi ini mengandung nutrisi ( NPK dan mikro element) , senyawa, hormon dan nutrisi sekualitas pupuk organik cair sangat baik bagi penumbuhan plankton dan zooplankton di perairan maupun dijadikan pupuk bagi semua jenis tanaman.
e. Lumpur dapat dikelola lebih lagi dengan diberi oksigen melalui aerasi ( pompa aerator) serta ditambahkan bakteri maupun hormon disesuaikan dengan target jenis tanaman yang akan dipupuk.
f. Biogas yang terbentuk akan mengalir lewat slang outlet ke plastik penyimpan ( holder) , dan dapat digunakan bagi bahan bakar genset biogas maupun bahan bakar kompor gas.

Follow by Email